Setiap kali menengadah pada bintang-bintang di langit malam,
aku
selalumelihat kita di masa lalu. Kita adalah kelap-kelip itu.Rasanya sudah lama sekali sejak kita bertemu untuk yang pertama kali. Akuhampir lupa seberapa sering kita bicara hingga dini hari. Atau diam saja memandangi hujan sampai bosan. Dan aku sungguh-sungguh lupa kapanterakhir kali kita tertawa bersama. Kapan terakhir kali kita menangis berdua. Aku tidak sukaini. Kenyataan bahwa aku mulai melupakan banyak hal tentangkita.
Detail-detail kecil yang menurutku penting.“Mungkin kamu akan melupakan mereka yang pernah tertawa bersamamu,tetapi kamu tidak akan pernah bisa melupakan mereka yang pernah menangis bersamamu,”
selalumelihat kita di masa lalu. Kita adalah kelap-kelip itu.Rasanya sudah lama sekali sejak kita bertemu untuk yang pertama kali. Akuhampir lupa seberapa sering kita bicara hingga dini hari. Atau diam saja memandangi hujan sampai bosan. Dan aku sungguh-sungguh lupa kapanterakhir kali kita tertawa bersama. Kapan terakhir kali kita menangis berdua. Aku tidak sukaini. Kenyataan bahwa aku mulai melupakan banyak hal tentangkita.
Detail-detail kecil yang menurutku penting.“Mungkin kamu akan melupakan mereka yang pernah tertawa bersamamu,tetapi kamu tidak akan pernah bisa melupakan mereka yang pernah menangis bersamamu,”
Ya, aku tidak melupakanmu.
Belum. Meskipun aku ingin. Meskipun aku mau. Karena alangkah lebih baiknya jika begitu. Aku tak perlu mengingat
betapa kitamemutuskan untuk menempuh
jalan yang berbeda sama sekali. Sendiri-sendiri.Meninggalkan apa yang pernah kita miliki tanpa pernah memutuskan apakah kita akan kembali, atau apakah kita akan bertemu
lagi suatu saat nanti.
Malam ini, ketika
aku menengadah memandangi bintang-bintang di langitmalam, aku melihat kita
di masa lalu. Kita adalah kelap-kelip itu.Di mana kamu berada saat ini?
aku menengadah memandangi bintang-bintang di langitmalam, aku melihat kita
di masa lalu. Kita adalah kelap-kelip itu.Di mana kamu berada saat ini?
Di mana kamu berada saat ini?
Apakah kamu juga tengah memandangi langitmalam ini; langit yang biasa kita
bagi bersama? Katakan, apa yang kamu lihatketika kamu memandangi
bintang-bintang? Apakah kamu masih melihat aku dan kamu di masa lalu?
Ataukah… kamu hanya melihat bintang-bintang?
Apakah kamu juga tengah memandangi langitmalam ini; langit yang biasa kita
bagi bersama? Katakan, apa yang kamu lihatketika kamu memandangi
bintang-bintang? Apakah kamu masih melihat aku dan kamu di masa lalu?
Ataukah… kamu hanya melihat bintang-bintang?
Aku kesepian. Tanpa kamu seperti ribuan bola lampu yang
terlaluterang. Menyakitkan untuk dipandang. Sakit yang familiar. Seperti
jugasengatan di hatiku ketika kita berpisah. Ketika kamu memutuskan untuk
memilihnya prinsip itu?
Cangkir kopiku yang ketiga. Dan satu-satunya hal yang
berkecamuk dalam benakku hanyalah: untuk apa aku di sini? dikota sendiri ?
Lalu aku kembali
melakukan terapi, menekan nekan bola mataku dan mengadahkan pandanganku ke
atas, supaya air mata ini tidak jatuh.

